Tiq.tiq.tiika

Jumat, 02 Januari 2009

Rumit

Manusia tidak pernah berhenti meminta dalam hidupnya, selalu merasa ada sesuatu yang kurang. Manusia selalu punya daftar permintaan yang disusun dengan sangat rapi ketika akan berdoa. Jika permintaannya tersebut belum berhasil didapatkannya, ia akan terus meminta dan tak akan berhenti.

Terkadang apa yang kita minta datang dengan tak terduga, malahan kita kerap menerima lebih dari apa yang kita minta yang justru membuat kita bingung karena mengharuskan kita berhadapan dengan sebuah pilihan. Memilih adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Ketika kita dipaksa untuk memilih, banyak ketakutan yang tiba-tiba menggelayuti. Ketakutan akan risiko yang harus kita terima karena telah memilih pilihan itu adalah ketakutan yang terbesar.

Hal inilah yang sedang kualami. Mungkin aku termasuk salah satu orang kurang dapat bersyukur. Saat ini aku dihadapkan pada tiga pilihan yang sebenarnya selama ini aku minta, tetapi sayangnya aku hanya minta satu tidak tiga! Aku paling benci memilih! Aku takut memilih! Mungkin karena aku tidak siap dengan risiko akan pilihanku itu. Aku hanya berharap semoga dengan ini aku dapat menjadi orang yang lebih dewasa dan bijaksana. Itu saja.

Kamis, 01 Januari 2009

Selamat Tahun Baru

Tanggal 31 Desember selalu dinantikan seluruh umat manusia di dunia. Segala persiapan banyak dilakukan orang untuk sekadar menyambut hari itu. Mulai dari merancang acara apa yang akan dilakukan, dengan siapa malam itu dihabiskan, dan segudang rencana lainnya. Perayaan ini tak hanya milik Indonesia, tetapi seluruh belahan bumi.

Malam tahun baru seakan menjadi sesuatu yang sangat penting dan berbeda dari malam-malam biasanya. Jalanan yang biasanya pada jam 10 malam sudah terasa sepi sekali, pada malam ini malah justru semakin larut semakin ramai. Orang yang biasanya pukul sembilan malam sudah terlelap, sengaja enggan tidur dan rela menunggu pergantian tahun. Hal ini menunjukkan malam tahun baru sangat penting bagi sebagian orang. Saya termasuk orang yang memandang malam tahun baru adalah malam yang spesial, perlu ada perayaan untuk melewatinya. Perayaan itu tak harus pesta yang meriah. Melewatkannya dengan hanya berkumpul dengan teman-teman terkasih atau keluarga tercinta sudah sangat berkesan dan menyenangkan bagi saya.

Malam tahun baru kali ini saya habiskan dengan teman-teman semasa sma saya. Kami hanya merayakannya dengan berkumpul di rumah salah satu dari kami. Tak banyak yang kami lakukan, hanya saling bercerita tentang kabar kami masing-masing, bertukar cerita tentang kesibukan baru kami di dunia perkuliahan yang kira-kira baru enam bulan kami jalani, atau sesekali menggosip untuk sedikit mencairkan suasana.

Kami memang belum genap setahun berpisah tetapi rasanya sudah banyak sekali cerita yang siap kami bagikan. Cerita kami pun beragam, ada yang patah hati karena putus cinta, ada yang menjadi korban perselingkuhan, ada yang hanya sibuk menjadi pengagum rahasia, atau ada yang hadir dengan kisah lucunya bersama "pacar sehari". Terdengar sungguh menggelikan memang tetapi justru itu yang membuat kami akan selalu mengingatnya.
Perayaan yang sangat sederhana, bukan pesta yang meriah seperti pesta-pesta yang kerap diadakan di klub-klub malam atau hotel-hotel bintang lima, tetapi sangat spesial bagi saya. Malam tahun baru seakan sebagai waktu yang tepat untuk dapat berkumpul kembali dengan teman-teman karena jika tidak begitu kami akan susah sekali untu dapat berkumpul dikarenakan kesibukan kami yang berbeda-beda.
Malam tahun baru akan selalu spesial bagi saya karena melewatkannya dengan orang terkasih dan selalu ada cerita baru di balik malam itu. Cerita yang menghantarkan kami sampai waktu untuk mengucapkan Selamat tahun baru!

Selasa, 30 Desember 2008

Hanya Ingin Klarifikasi

Hari ini mungkin tampak seperti biasanya, tak ada yang spesial ataupun istimewa. Seperti yang biasa aku lakukan setiap hari, hari ini aku online internet walaupun hanya untuk mengecek email, facebook, atau menulis blog seperti ini. Tiba-tiba terlintas ide di kepalaku untuk membuka sebuah blog milik teman saya. Alamat blognya pun mulai ku ketik, seketika halaman blog muncul dengan tampilan warna oranye kecoklatan dengan terpampang namanya dengan sangat jelas. Aku dibuat kaget dan terperangah luar biasa. Kenapa fotoku bisa terpampang di halaman blognya? Setelah aku pikir cukup waktunya untuk bertanya-tanya dalam hati, aku melihat tulisan yang ada di bawah foto itu. Oh, ternyata ada sebuah puisi. Kubaca puisi itu dengan saksama, aku mencoba memahami apa makna puisi itu.
Puisi sudah selesai kubaca. Sepertinya aku sudah cukup mengerti apa maksudnya. Mungkin aku akan sedikit bercerita tentang hubungan aku dan "teman"ku itu. Kami adalah teman kampus. Sebenarnya kami sudah saling mengenal sejak sma, tetapi kami baru sedikit dekat setelah kami sama-sama masuk universitas dan jurusan yang sama. Banyaknya acara yang diadakan jurusan kami memaksa kami untuk sering bertemu dan berinteraksi. Mungkin hal itu juga yang menyebabkan ada sesuatu yang berbeda di antara kami.
Suatu hari, sesuatu hal menimpaku. Maaf, mungkin aku tak bisa banyak bercerita apakah sesuatu itu. Dia sering menyebutnya "beban hidup"ku. Beberapa kali ia tanyakan tentang apa sebenarnya "beban hidup"ku itu. Tetapi sekali lagi, aku tak bisa mengatakannya. Secara tak langsung "beban hidup"ku itu sedikit berpengaruh pada hubungan kami. Bukan bermaksud menjauh atau menghilang, hanya ingin sedikit keleluasaan dan keyakinan akan sesuatu hal saja. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan pada "teman"ku. Terima kasih atas puisi yang sangat indah.